Dunia Medis,Kesehatan Anak,Herbal, Mulut Dan Gigi,Obat-Obatan,Tips Kesehatan,etc

Tindakan Orang tua

Ditulis oleh:

Konten Kesehatan – Jagalah kesehatan gigi dan kesehatan tubuh anda.


Tindakan Orang tua


selanjutnya saya berikan sedikit panduan pada orang tua dalam menanggulangi anak yang sedang tumbuh gigi susunya,gara-gara beberapa orang tua alami kesukaran dalam menjumpai anak yang sedang timbuh gigi susunya.


MERANGSANG ERUPSI GIGI

umumnya bayi menjadi rewel kala tengah alami erupsi gigi. gara-gara erupsi gigi umumnya membuat timbul gejala demam yang tidak terlalu tinggi atau dikenal dengan arti sumeng. Ini berlangsung gara-gara gigi akan lakukan tembusan susunan gusi yang keras, sehingga diperlukan suatu energi yang kuat. Nah, reaksi yang ditimbulkan tubuh itulah yang menyebabkan si bayi jadi sumeng. disamping itu, erupsi gigi juga membuat timbul gejala air liur mengences dan rasa gatal pada gigi. Itulah mengapa si bayi maunya menggigit-gigit sesuatu. umumnya orang tua memberikan mainan plastik yang tidak beresiko Untuk dapat digigit-gigit si bayi. Cara ini terbukti ada mempunyai manfaat gara-gara dapat merangsang erupsi gigi. Ada suatu refleks yang membuat cepat keluarnya gigi. gara-gara dengan menggigit-gigit, maka gigi yang runcing dalam akan menghimpit-nekan gusi sehingga membuat cepat keluarnya gigi. Bila tak ada mainan yang bisa digigit, maka bisa diganti dengan wortel. gara-gara wortel agak keras, tak mudah putus dan yang pasti lebih murah. Untuk merangsang erupsi gigi juga harus di perhatikan makanan yang dikonsumi bayi. Makanan tersebut harus ikuti aturan dokter anak. contohnya, kapan saja diberikan makanan cair, makanan setengah padat dan makanan padat. Pemberian makanan yang cukup cocok atau sepadan aturan sesungguhnya untuk mencukupi nutrisinya. Nutrisi ini berguna untuk tumbuh kembang dan merangsang perkembangan gigi dalam. Pemberian vitamin untuk merangsang perkembangan gigi pada bayi dapat juga dikerjakan cocok atau sepadan anjuran dokter. Ada zat yang bisa menguatkan gigi bayi, menjaga dan menyetop mengakibatkan kerusakan gigi, ialah zat fluor. Zat ini bisa diberikan pada ibu hamil hingga bayi lahir hingga mempunyai usia 10 tahun.


RAJIN melakuakan pembersihan GIGI


Sejak erupsi gigi yang pertama orang tua harus melakuakan pembersihan gigi tersebut setiap habis menyusui, gara-gara susu bisa menempel pada gigi dan beresiko bagi kesehatan gigi. Nanti di usia 1-2 tahun giginya bisa rusak dan berlubang kalau tak dibersihkan sejak awal. dapat juga hingga mempunyai warna hitam gara-gara pengaruh sisa-sisa makanan yang menempel. Nah, kalau ini yang berlangsung, bermakna sudah ada kelainan. sesungguhnya, lanjut Ismu, sebelum gigi erupsi pun si bayi alangkah baiknya sudah diberi ajaran menjaga gigi. Caranya dengan orang tua melakuakan pembersihan gusi-gusi si bayi pakai kain kasa atau kapas yang dibasahi air matang. Posisi yang paling enak dengan memangku si bayi dan mendekap kepalanya ke dada ibu. sesudah giginya erupsi, gunakan sikat gigi spesial bayi. paling sedikit dibersihkan sekali satu hari tanpa memakai pasta gigi, dengan posisi kepala si bayi di pangkuan ibu. sesudah anak bisa berjalan barulah diberi ajaran menyikat gigi sendiri. Posisinya, ibu dibelakang anak dan menolong anak menyikat gigi belakang. Gunakan sikat gigi spesial anak cocok atau sepadan usianya dan pasta gigi yang mengandung fluor namun terasa tak manis. Lakukan 2 kali satu hari, sesudah makan pagi dan mau tidur malam. Orang tua alangkah baiknya menjadi penentu model sikat gigi maupun pastanya berbasickan kesukaan anak. lantas cara menyikat giginya yang mutlak ialah bersih. Anak dibantu dalam menyikat gigi hingga lantas ia bisa dilepaskan sendiri untuk menyikat gigi. alangkah baiknya teraturitas melakuakan pembersihan gigi ditanamkan orang tua sejak dini, sehingga kelak dengan sendirinya teraturitas ini akan terbentuk dalam diri anak.


Bayi usia 0-6 bulan umumnya belum mempunyai gigi susu. Namun seperti itu, kegiatan melakuakan pembersihan lidah dan gusinya sudah harus dikerjakan seperti itu selesai menyusu dan sebelum tidur malam. selanjutnya langkah-langkahnya:


* Sediakan potongan kain kasa atau kain steril yang lembut.


* Celupkan/basahi kain tersebut dengan air matang.


* Balutkan kain pada jari telunjuk ibu/ayah.


* Bersihkan mulut dan gusi si kecil perlahan.


* Posisikan bayi berbaring agak tegak atau duduk di pangkuan kalau sudah bisa.


Gigi Bayi


* Bila gigi susu bayi sudah nampak, gunakan sikat gigi mungil. Jika hendak memakai pasta gigi, sediakan lap basah gara-gara si kecil belum dapat berkumur. Posisikan ia duduk di pangkuan.


Arah melakuakan pembersihannya bisa vertikal maupun horisontal. Yang mutlak seluruh permukaan gigi, baik bagian luar maupun dalam (yang menghadap ke lidah), dan sela-selanya ikut dibersihkan.


* Kalau sudah selesai, seka pasta giginya mulut dan bibir dengan lap basah hingga bersih.


Gigi Anak


Lakukan langkah-langkah menggosok gigi yang paling baik layaknya ini:


* Gosok gigi searah, atas ke bawah untuk gigi atas; dan kebalikannya bawah ke atas untuk gigi bawah. Inilah prinsip menyikat “ merah ke putih” atau gusi ke ujung gigi agar kotoran yang tersapu tidak balik lagi. Gerakan searah juga menjaga kesehatan gusi.


* Buatlah gerakan melontarkan kotoran sela-sela gigi.


* Gosoklah perlahan seluruh permukaan gigi mulai bagian dalam, tengah, dan luar.


* Bersihkan juga langit-langit, dinding mulut, dan permukaan lidah.


* Usahakan air yang dipakai untuk menggosok gigi bersih dan jernih. Untuk anak yang baru belajar berkumur sediakan air matang.


* Jangan berkumur terlalu amat banyak supaya tetap tersisa fluoride untuk menjaga kemampuan gigi.


Waktu Gosok Gigi


Waktu paling baik untuk menggosok gigi ialah sesudah makan dan sebelum tidur. Menggosok gigi sesudah makan punya tujuan mengangkat sisa-sisa makanan yang menempel di permukaan maupun di sela-sela gigi dan gusi. namun menggosok gigi sebelum tidur berguna untuk menahan perkembangbiakan bakteri dalam mulut gara-gara dalam situasi tidur tidak dibikin ludah yang mempunyai peran melakuakan pembersihan gigi dan mulut alami. Untuk itu usahakan gigi betul-betul dalam situasi bersih sebelum tidur. Nah, pada waktu itu bangun pagi, gigi tetap relatif bersih sehingga menyikatnya bisa dikerjakan sesudah sarapan.


Pilih Dan Ganti Sikat Gigi


Untuk anak, pilih sikat gigi yang ukurannya kecil dengan tangkai yang mudah digenggam. Bulu sikatnya halus tapi kuat. Bagian ujung kepala sikatnya menyempit agar mudah menjangkau bagian dalam. Untuk bayi, ada pilihan sikat gigi karet, bulu, atau sikat gigi sarung untuk dipakai pada jari telunjuk ayah/ibu. Jika gigi sudah keluar lebih 8, bersihkan dengan sikat gigi bayi yang mempunyai ujung kecil dan berbulu halus, dengan kode ukuran P20, atau yang berbulu karet.


Selanjutnya, anak 1-5 tahun bisa memakai sikat dengan 3 deret bulu. Di usia 6 tahun ke atas (periode gigi geligi bergugus-gugus), Di Samping sikat dengan 3 deret bulu dapat pula dipakai sikat dengan 4 deret bulu.


Jika memakai bulu sikat yang keras maka gusi akan alami abrasi. Jaringan gusi akan rusak sehingga akar gigi akan terbuka. Akar gigi yang tidak dilapisi e-mail ini akan terasa ngilu pada waktu itu mengonsumsi makanan. Gantilah sikat gigi kalau bulunya sudah mekar atau tidak beraturan agar tidak melukai gusi.


Porsi Pasta Gigi


Pasta gigi tidak diwajibkan bagi bayi dan balita. Jadi, kalau anak tak mau, ya jangan dipaksa. Kenalkan saja perlahan. Pasta gigi pada prinsipnya dibikin dengan kandungan bahan-bahan pelindung permukaan gigi.


Salah satunya fluoride yang hingga kadar spesifik bikin gigi tetap kuat. Kandungan fluoride dalam pasta gigi anak umumnya masuk kategori aman. Namun alangkah baiknya, pilih pasta dengan kandungan fluoride paling sedikit. pada waktu itu hendak menyikat gigi, oleskan pasta gigi sedikit saja, yakni tidak lebih ukuran sebutir kacang polong.


(diambil sharing sumber yang saya rangkai menjadi sesuatu artikel dan saya masukkan ilmu yang saya dapat Selayak tambahan)


Terima kasih telah berkunjung, semoga artikel Tindakan Orang tua bermanfaat.

1 comments :